• Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 4 Title

    This is slide 4 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 5 Title

    This is slide 5 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

  • Slide 6 Title

    This is slide 6 description. Go to Edit HTML and find this content. Replace it your own description.

Saturday, 19 March 2016

Manfaat Cacing Tanah Bagi Kesehatan

Posted by heru prasetyo On 05:39 | 2 comments

    Manfaat Cacing Tanah Bagi Kesehatan

http://beternakchacing.blogspot.co.id/


Cacing tanah adalah hewan yang pasti kita kenal. Bagi Anda yang suka berkebun tentu tidak jarang bertemu dengan hewan yang satu ini. Saat belajar biologi dulu kita mengenal bahwa Cacing tanah termasuk ke dalam kingdom Animalia.
Di zaman mesir kerajaan cleoptara dahulu menganggap cacing tanah sebagai makhluk suci. Berbeda di Yunani, cacing tanah disebut oleh Socrates sebagai ususnya tanah. Sedangkan di Indonesia sendiri khususnya di tanah merah Madura, masyarakatnya sering memburu hewan ini untuk di olah menjadi ramuan obat.
Sebagain dari kita mungkin menganggap cacing adalah hewan yang menjijikkan, dan tidak banyak memberi manfaat kepada kita kecuali bagi para petani yang merasa terbantu dalam proses menjaga kualitas tanah perkebunannya. Faktanya, para peniliti justru sangat tertarik untuk melakukan riset terkait khasiat dari cacing tanah ini. Penelitian tersebut sudah di lakukan selama kurun waktu sekitar 50 tahun, dan mereka menemukan bahwa terdapat cairan selom cacing tanah yang mengandung lebih dari 40 jenis protein.

Jenis cacing tanah
Species cacing tanah sangat beragam, berikut ini jenis cacing tanah yang umumnya banyak dimanfaatkan oleh manusia.
  • jenis Eisenia Feitida.
  • jenis Lumbricus Rubellus.
  • jenis Lumbricus Hortensis.
  • jenis Lumbricus Terristris.
  • jenis Esenia Andrei.
  • jenis Perionyx.
  • jenis Eudrilus Engeniae.
Tentu masih banyak lagi selain jenis di atas. Namun dari berbagai jenis tersebut, yang sering digunakan untuk dijadikan sebagai obat tradisional adalah jenis rubellus atau dikenal sebagai cacing eropa, serta jenis lainnya adalah pheretima aspergillum.
Kandungan Cacing tanah
Sempat di ulas sebelumnya bahwa cacing tanah memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Selain itu cacing tanah juga mengandung asam amino dengan kadar yang cukup tinggi. Cacing tanah jenis rubellus yang biasa dijadikan obat memiliki kadar protein sekitar 76%. Kadar tersebut lebih tinggi daripada kadar protein pada daging mamalia seperi sapi yang sekitar 65%, dan dibanding protein ikan sebanyak 50%.
Cacing tanah termasuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau biasa disebut invertebrate. Hidupnya dalam tanah yang gembur dan bersuhu lembab. Cacing tanah selain mengandung banyak protein hingga 76% juga mengandung nutrisi lainnya yang dibutuhkan tubuh seperti asam amino sebanyak 17%, karbohidrat 45%, serta kandungan lemak dan abu yang hanya 1,5%.

Manfaat Cacing Tanah Bagi Kesehatan

Manfaat cacing tanah bagi kesehatan memang masih belum banyak diketahui dan beberapa orang masih sangat berpikir mengkonsumsinya. Jika kita perhatikan informasi sebelumnya, diketahui bahwa cacing tanah memiliki sistem kekebalan tubuh yang “canggih” dalam membunuh bakteri tanpa merusak jaringan  tubuhnya. Selain itu Cacing tanah mengandung banyak sekali protein yang memiliki peran penting dalam melakukan aktivitas biologis dalam tubuh. Berikut manfaat cacing tanah yang baik untuk tubuh kita.
  1. Penyembuhan tifus. Tifus di akibatkan dari pertumbuhan bakteri salmonella dalam organ pencernaan kita. Dengan mengkonsumsi cacing tanah ternyata mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Cara mengkonsumsinya bisa di rebus dahulu lalu di buat bubuk cacing tanah yang nantinya di minum bersama madu. Cara pengobatan tersebut di afirmasi oleh ahli farmakologi.
  2. Obat Diare. Diare adalah penyakit yang cukup lazim di alami setiap orang. Cacing tanah sebagai salah satu obat tradisional bisa menyembuhkan penyakit ini. Sifat cacing tanah menjadi antibakteri bagi bakteri E.Coli dan shigella yang  menjadi penyebab diare.
  3. Melancarkan Sirkulasi darah. Cacing tanah memiliki enzim yang mampu untuk menghancurkan lemak jahat di system sirkulasi darah kita. Sehingga system peredaran darah kita akan menjadi lebih lancar. Itulah mengapa cacing tanah juga digunakan untuk mengobati penyakit tekanan darah tinggi dan srtoke.
  4. Melancarkan Pencernaan. Cacing tanah seperti diketahui mengandung banyak protein yang membantu proses aktivitas biologis tubuh. Kandungan enzim, seluosa, dan katalisator yang di butuhkan tubuh untuk proses metabolism banyak terdapat di dalam tubuh cacing tanah. Oleh sebab itu secara tidak langsung, cacing tanah mampu membantu melancarkan system pencernaan.
  5. Antipiretik. Ekstrak cacing tanah mengandung nitrogen dengan sifat basa. Kandungan tersebut dapat membantu mengurangi demam tinggi pada penyakit seperti tifus. Bahkan, riset IPB menunjukkan bahwa dengan menggunakan cacing tanah lebih efektif untuk mengurangi demam daripada menggunakan bahan kimia seperti parasetamol yang ada efek sampingnya.
  6. Menenangkan syaraf. Pheretima yang terdapat dalam cacing tanah mempengaruhi system saraf manusia. Efeknya, kita akan merasa tenang, rasa sakit  berkurang, dan kejang-kejang bisa dihentikan. Sehingga, konsumsi cacing tanah cukup tepat saat dalam kondisi sakit gigi, pusing, atau kondisi rematik yang mana kita merasa sakit luar biasa di bagian tubuh tertentu.
  7. Meningkatkan energy. Cacing tanah mengandung taurin yang mampu meningkatkan proses metabolism lemak yang kemudian di ubah menjadi ATP atau energy. Efek tersebut berlaku bagi siapa saja termasuk bagi wanita yang sedang menjalani program diet.

    Protein Cacing Tanah
    cacing tanah

    Protein yang di miliki cacing tanah berbeda dengan manusia dalam urusan fungsi perlindungan tubuh dari mikrobakteria. System kekebalan tubuh kita sering disebut antibiotic namun pada cacing tanah ini disebut antimikroba. Apa perbedaanya? Mekanisme antimikroba cacing tanah mampu untuk membunuh mikroba tersebut tanpa merusak jaringan tubuh.
    Sistem kekebalan tubuh cacing tanah membuat sitoplasma sel bakteri terkapar dengan kondisi luar dan mengganggu system internal sel bakteri tersebut dan menyebabkan kematian bakteri dari dalam. Sedangkan system kekebalan tubuh kita perlu merusak jaringan tubuh untuk membunuh mikroorganisme bakteri tertentu. Oleh sebab itu jika di bandingkan, sejatinya system kekebalan tubuh cacing tanah lebih “canggih” daripada antibiotic yang ditemukan sampai sejauh ini.

    Cacing Tanah Untuk Kesehatan Kulit

    Manfaat cacing tanah juga sangat ampuh untuk kesehatan kulit manusia. Kandungan alfa-tokoferol pada cacing tanah membantu mempertahankan elastisitas kulit dan menjaganya agar tetap muda. Perlu Anda ketahui, bahwa industry kosmetik diantaranya menjadikan cacing tanah sebagai bahan baku pembuatan produk kosmetiknya.
    1. Menyembuhkan luka. Cacing tanah mengandung asam arakidonat yang berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan sel-sel baru. Kondisi tersebut baik untuk proses penyembuhan luka yang membutuhkan pergantian sel mati menjadi sel-sel baru.
    2. Meningkatkan nafsu makan. Di sadari atau tidak bahwa cacing tanah mengandung banyak protein dimana adanya kandungan enzim yang membantu proses metabolism dalam tubuh. Itu akan membuat system pencernaan kita berjalan dengan baik dan dikondisikan tetap merasa nyaman. Kondisi organ pencernaan yang terjaga fungsinya akan menstimulus dorongan pola makan yang proporsional yang dibutuhkan tubuh.

    Saran konsumsi

    Cacing tanah memang hewan yang menjijikkan jika dilihat dari habitatnya. Sehingga perlu cara pengolahan yang baik sebelum kita mengkonsumsinya. Pertama kita perlu membersihkan kotoran di dalam perutnya dengan membelah perutnya. Selanjutnya di cuci hingga bersih dan direbus hingga mendidih. Air hasil rebusannya bisa di minum sebagai obat, dan tubuh cacing tanah biasanya di buat bubuk dan kemudian di minum dengan madu sekitar 3 gelas per harinya.
    Namun kini sudah banyak apotek yang menjual obat dari cacing tanah, sehingga Anda tidak perlu repot untuk mengolahnya. Namun perlu diingat jika Anda tetap mengolahnya secara mandiri, tetap perhatikan bahwa cacing tanah yang Anda makan sudah higienis, karena jika ada bakteri yang masih menempel di cacing tanah justru akan membahayakan tubuh kita yang nantinya menyebabkan infeksi organ dalam.
    Terakhir, jangan biarkan orang yang menderita penyakit yang nantinya meminum obat ini melihat bagaimana proses pengolahnnya. Usahakan agar penderita tidak melihatnya agar tidak merasa jijik. Sekian informasi sekilas tentang manfaat cacing tanah. Semoga memberi wawasan dan menginspirasi.



Monday, 21 December 2015

Masa hidup cacing tanah

Posted by heru prasetyo On 22:37 | No comments
Masa hidup
diperkirakan 4 sampai 8 tahun …Variant yang hidup dikebun satu atau dua tahun


Cacing tanah dibagi atas 3:
(1) Pemakan daun/compost : Eisenia fetida;
(2) Cacing permukaan tanah (endogeics);
(3) Cacing anecic (muncul kepermukaan) yang membuat trowongan dalam serta muncul dipermukaan tanah untuk mendapatkan daun g :Lumbricus terrestris
cacing Lumbricus rubellus bukan cacing yang ada ditanah meskipun sekilas sepertinya sama, yang ada ditanah biasanya cacing tanah/ cacing susu, cacing kalung, cacing liar


Kegunaan cacing tanah

Cacing tanah bergerak dibawah tanah dengan cara kontraksi otot yang memendekan dan memanjangkan tubuhnya
Dengan setae (cakar cakar kecil disepanjang ruas) maka bagian yang dipendekan akan berlaku sebagai jangkar pada tanah disekelilingnya
Kecuali ruas ke-1, terakir dan clitellum maka semua ruas mempunyai setae cincin berbentuk S pada bagian epidermal (perichaetine)
Lubrication Mucus membantu cacing selagi menggali trowongan… Bila terganggu cacing dapat membuat suara mendeguk ketika menggali dalam trowongan yang telah dilumasi.
Sebagai biological “pistons” mereka memaksakan udara bergerak dalam terowongan … Aktivitas cacing tanah selain mencampur juga mengisi tanah dengan udara ..hal itu memberi mineral dan nutrisi bagi tanaman … beberapa variant akan memakan konsentrasi dari organik matter yang terdapat pada permukaan tanah dan mencampurkannya dengan mineral soil.
Berhubung tingkat aktivitas percampuran organic matter meningkatkan kwalitas kesuburan tanah maka keberadaan cacing tanah sangat membantu para petani
Menurut para ahli cacing Lumbricus Rubellus mengandung kadar protein sangat tinggi sekitar 76%. Kadar ini lebih tinggi dibandingkan daging mamalia (65%) atau ikan (50%).
Beberapa penelitian telah membuktikan adanya daya antibakteri dari protein hasil ekstrasi cacing tanah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif Escherichia coli, Shigella dysenterica, Staphylococcus aureus dan Salmonella thyp,
Dari berbagai sumber para ahli dan pakar cacing mengatakan bahwa banyak sekali manfaat dan khasiat dari cacing tanah ini . Diantaranya untuk :








  • Sembuhkan Typus
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Meningkatkan nafsu makan
  • Mengobati infeksi saluran pencernaan seperti typus, disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag
  • Mengobati penyakit infeksi saluran pernapasan seperti: batuk, asma, influenza, bronchitis dan TBC
  • Mengurangi pegal-pegal akibat keletihan maupun akibat reumatik
  • Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
  • Mengobati wasir, exim, alergi, luka dan sakit gigi. (diolah dari beberapa sumber)

  • Pemancing ikan
    Bagi yang hoby memancing ikan maka keberadaan sang cacing merupakan kebutuhan mutlak
    Di tahun 1881 Charles Darwin menulis : Sangat diragukan apakah ada mahluk lain yang melibihi jasa cacing tanah dalam sejarah dunia

    Persiapan MEDIA dan CACING

    Posted by heru prasetyo On 22:35 | 2 comments
                              Persiapan Media & Cacing


    Lahan




  • Gali tanah sedalam 6 inci
  • Sebarkan kompos setinggi 3 inci dan setelah itu gali sampai kedalaman 8 inci
  • Maka tanah tersebut dapat menampung 25 cacing tanah per cubic foot …

    Cacing tanah
    Sebarkan cacing tanah yang dapat anda beli diatas permukaan tanah .. 2 atau 3 cacing tanah per m2

    Media
    Sebarkan daun kering setinggi 1 inci diatasnya agar tanah dingin dan …makanan pada cacing tanah.

    Secara berkala tambahkan organic matter (daun), dan jangan lupa menambahkan lapisan tanah yang tipis diatasnya … karena cacing tanah memerlukan tanah untuk pencernaan
    Dengan penambahan lapisan tanah tersebut maka akan menarik perhatian cacing tanah untuk datang dan mencernakan media yang dapat digunakan untuk pupuk



    Perhatian




  • Hindari mengunakan pesticides, herbicides atau bahan kimia di kebun anda. Selain membunuh serangga, rumput liar bahan tersebut sangat jahat terhadap cacing tanah
  • Hindari membentuk jaringan cacing tanah pada tumpukan sampah karena biasanya akan bersuhu lebih dari 70 degrees Fahrenheit, yang merupakan suhu yang nyaman bagi cacing tanah
  • Buatlah tempat yang lebih lebar daripada tinggi, ini untuk menghindari terjadinya hot center tumpukan kompos

    Untuk anda yang ingin berternak cacing tanah

    Mengenai modal yang diperlukan untuk permulaan ternak cacing ini tergantung berapa modal yang hendak di gunakan, karena dengan modal yang sedikit pun sudah bisa
    Contoh : jumlah cacing sebanyak 10 kg, yang pertama harus dilakukan adalah :




  • Siapkan tempat cacing atau siapkan bekas cacing dengan ukuran minimal 60 cm x40cm, dan kotak ini bapak bisa buat dari kayu, plastik ataupun yang lainnya yang tersedia dan termurah cos nya menurut bapak sebanyak 10 unit.
  • Siapkan juga rak tempat menyimpan bekas cacing tersebut sesuai dengan ukuran yang sesuai.
  • Siapkan media untuk cacing dan masukan media tersebut seberat 4kg untuk 1 kg cacing.

  • Setelah media semua terisi baru masukan benih cacing 10 kg tadi kedalam 10 kotak yang sudah ada media masing-masing 1 kg.
    jadi sebetulnya modal tak perlu banyak dulu dan tempat pun bisa sedikit. kecuali akan memulai dengan skala besar.

    Diantara lebih dari 1800 jenis cacing yang dikenal oleh para ilmuwan ada dua jenis cacing yang biasa kita pakai di dalam budidaya cacing dan proses pembuatan pupuk organik, yaitu jenis Cacing Lumbricus Rubellus dan Eisenia Fetida (cacing Tiger/harimau)

    Limbah kotoran sapi sangat bagus untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakan cacing lumbricus Rubellus. Apa bila kita masukan 1 kg cacing lumbricus Rubellus pada satu kotak yang berisi media campuran 1 kg serbuk gergaji yang telah kita rendam dalam air dengan tujuan untuk menghilangkan getah dan bau, dengan 3 kg kotoran sapi yang sudah lama atau sudah menghitam. Lalu kita berikan pakan dari ampas tahu atau ampas aren, maka dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur
    Setelah terlihat telurnya matang atau terlihat kekuningan, kita pisahkan antara cacing induk dengan telornya, induknya kita simpan kemedia yang baru dan telor yang berada dimedia tadi kita biarkan selama kurang lebih dua minggu, maka telor tersebut akan menetas setelah menetas baru kita kasih pakan secara rutin, dalam waktu satu bulan kemudian atau paling lambat 6 minggu cacing tersebut telah jadi dewasa dan siap bertelur seperti induknya.
    Sementara itu, Induknya yang sudah bertelur, setelah dua minggu kemudian dia akan bertelur lagi. Terus begitu, bila pakannya bagus induk cacing tersebut setiap dua atau tiga minggu sekali ia akan bertelur. Dalam dua bulan dia akan menghasilkan empat keturunan, bila kita punya induk sebanyak 100kg dalam dua bulan kita akan punya 800kg calon anak cacing, bahkan bisa saja lebih karena setiap satu butir telur cacing lumbricus rubellus berisi 4 ekor anak cacing.





  • Agar cacing tidak pada naik ..atau keluar media, langkah pertama adalah ganti media yang sekarang dengan media yang baru. karena penyebab cacing pada naik itu , dia ga betah di media tersebut, karena media nya mungkin tidak pernah diganti, media terlalu kering, media terlalu basah.
  • Cacing bisa hilang atau berkurang jika makanannya tidak di perhatikan. juga kelembaban medianya. tidak ada predator cacing yang langsung pada media selain gangguan dari luar seperti ayam itik dan yang lainnya

  • Seharusnya jika ternak cacing sudah 6 bulan sudah bisa menghasilkan lebih dari 4 kali lipat dari jumlah cacing yang pertama di ternakan, kemungkinan ada beberapa permasalahan yang belum terperhatikan seperti:
    1. kelembaban media ternak cacing lumbricus rubellus nya. kalau bisa media ternak cacing itu di jaga agar selalu lembab, artinya tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. jika terlalu kering, maka cacing tidak akan bisa berkembang biak normal, begitu juga jika terlalu basah.
    2. pemberian pakan. sebaiknya pemberian pakan dilakukan pada sore hari, dengan cara pakan tersebut harus dijadikan seperti bubur, karena cacing lumbricus rubellus akan lebih menyukai pakan yang sudah hancur, dan pemberian paka selanjutnya tergantung habisnya pakan tersebut. jangan lupa pakan yang sudah berbentuk bubur tersebut di taro di atas media cacing dengan merata.
    3. Lakukan pembalikan media 1 minggu sekali. agar menghindari kepadatan media

    Beternak CACING TANAH

    Posted by heru prasetyo On 22:31 | 2 comments

                                  Berternak Cacing Tanah




    Bermacam variant cacing tanah







  • Sebagai invertebrate tidak memiliki rangka akan tetapi berupa tabung yang bterdiri dari ruas ruas yang terisi dengan cairan yang berfungsi sebagai hydro-skeleton.
  • Cacing tanah merupakan makhluk yang telah hidup dengan bantuan sistem pertahanan mereka sejak fase awal evolusi, oleh sebab itu mereka selalu dapat menghadapi invasi mikroorganisme patogen di lingkungan mereka.
  • Penelitian yang telah berlangsung selama sekitar 50 tahun menunjukkan bahwa cacing tanah memiliki kekebalan humoral dan selular mekanisme.
  • Selain itu telah ditemukan bahwa cairan selom cacing tanah mengandung lebih dari 40 protein dan pameran beberapa aktivitas biologis sebagai berikut: cytolytic, proteolitik, antimikroba, hemolitik, hemagglutinating, tumorolytic, dan kegiatan mitogenic.


  • Cairan dari selom foetida Eisenia Andrei telah diteliti memiliki sebuah aktivitas antimikroba terhadap Aeromonas hydrophila dan Bacillus megaterium yang dikenal sebagai patogen cacing tanah.
    Setelah itu diperoleh dua protein, bernama Fetidins, dari cairan selom cacing tanah dan menegaskan bahwa aktivitas antibakteri ini disebabkan karena fetidins.
    Lumbricus rubellus juga memiliki dua agen antibakteri bernama Lumbricin 1 dan Lumbricin 2.
    Baru-baru ini, dua jenis faktor antibakteri yang mempunyai aktivitas seperti lisozim dengan aktivitas hemolitik serta pengenalan pola protein bernama selom cytolytic faktor (CCF) telah diidentifikasi dalam foetida Eisenia cacing tanah.[rujukan?] Lysenin protein yang berbeda dan Eisenia foetida lysenin-seperti protein memiliki beberapa kegiatan yang diberikan cytolytic hemolitik, antibakteri dan membran-permeabilizing properti.
    Protein yang dimiliki oleh cacing tanah memiliki mekanisme antimikroba yang berbeda dengan mekanisme antibiotik.
    Antibiotik membunuh mikrorganisme tanpa merusak jaringan tubuh. Antibiotik membunuh mikroganisme biasanya dengan dua cara, yaitu dengan menghentikan jalur metabolik yang dapat menghasilkan nutrient yang dibutuhkan oleh mikroorganisme atau menghambat enzim spesifik yang dibutuhkan untuk membantu menyusun dinding sel bakteri.
    Sedangkan, mekanisme yang dilakukan oleh protein yang dimiliki oleh cacing tanah adalah dengan membuat pori di dinding sel bakteri.
    Hal ini menyebakan sitoplasma sel bakteri menjadi terpapar dengan lingkungan luar yang dapat mengganggu aktivitas dalam sel bakteri dan menyebabkan kematian. Dengan cara ini, bakteri menjadi lebih susah untuk menjadi resisten karena yang dirusak adalah struktur sel milik bakteri itu sendiri.

    Cara berkembang biak
    Cacing tanah = hermaphrodite… yaitu mempunyai 2 alat reproductive .. jantan & betina dan ke-2 nya berada dalam sebuah kantong
    Ada 2 atau 4 pasangan seminal vesicles yang membuat, menyimpan dan melepaskan sperma jantan liwat pori pori jantan
    Ovaries dan oviducts (telur) terdiri dari segment 13 segment yang dilepaskan liwat pori pori betina pada segmen 14.
    Satu atau lebih pasangan spermathecae tersedia (tergantung variantnya) berupa kantong internal yang menerima – menyimpan sperma dari cacing tanah lain pada saat prkawinan … beberapa variant mengunakan external spermatophores.



    Beberap saat setelah perkawinan .. jauh hari setelah cacing tanah berpisah maka clitellum mengeluarkan sebuah kokon berbentuk sebuah lingkaran cincin mengelilingi cacing tanah tersebut.
    Cacing tanah lalu melepaskan cincin tersebut dari badannya (mneggeser ke belakang> dan mengisinya dengan telurnya dan sperma cacing lainnya kedalamnya
    Ujung dari tutup kokon akan membentuk sebuah inkubator seperti buah lemon dimana embryo cacing tanah akan tumbuh .. Anak cacing kecil sempurna akan muncul kecuali alat reproduksi yang akan tumbuh setelah 60 – 90 hari. Dalam waktu 1 tahun atau lebih cepat maka anak cacing akan tiumbuh menjadi cacing dewasa full size .

    sponsor

    Blogroll

    iklan

    iklan