Persiapan Media & Cacing
Lahan
Gali tanah sedalam 6 inci
Sebarkan kompos setinggi 3 inci dan setelah itu gali sampai kedalaman 8 inci
Maka tanah tersebut dapat menampung 25 cacing tanah per cubic foot …
Cacing tanah
Sebarkan cacing tanah yang dapat anda beli diatas permukaan tanah .. 2 atau 3 cacing tanah per m2
Media
Sebarkan daun kering setinggi 1 inci diatasnya agar tanah dingin dan …makanan pada cacing tanah.
Secara berkala tambahkan organic matter (daun), dan jangan lupa menambahkan lapisan tanah yang tipis diatasnya … karena cacing tanah memerlukan tanah untuk pencernaan
Dengan penambahan lapisan tanah tersebut maka akan menarik perhatian cacing tanah untuk datang dan mencernakan media yang dapat digunakan untuk pupuk
Perhatian
Hindari mengunakan pesticides, herbicides atau bahan kimia di kebun
anda. Selain membunuh serangga, rumput liar bahan tersebut sangat jahat
terhadap cacing tanah
Hindari membentuk jaringan cacing tanah pada tumpukan sampah karena
biasanya akan bersuhu lebih dari 70 degrees Fahrenheit, yang merupakan
suhu yang nyaman bagi cacing tanah
Buatlah tempat yang lebih lebar daripada tinggi, ini untuk menghindari terjadinya hot center tumpukan kompos
Untuk anda yang ingin berternak cacing tanah
Mengenai modal yang diperlukan untuk permulaan ternak cacing ini tergantung berapa modal yang hendak di gunakan, karena dengan modal yang sedikit pun sudah bisa
Contoh : jumlah cacing sebanyak 10 kg, yang pertama harus dilakukan adalah :
Siapkan tempat cacing atau siapkan bekas cacing dengan ukuran
minimal 60 cm x40cm, dan kotak ini bapak bisa buat dari kayu, plastik
ataupun yang lainnya yang tersedia dan termurah cos nya menurut bapak
sebanyak 10 unit.
Siapkan juga rak tempat menyimpan bekas cacing tersebut sesuai dengan ukuran yang sesuai.
Siapkan media untuk cacing dan masukan media tersebut seberat 4kg untuk 1 kg cacing.
Setelah media semua terisi baru masukan benih cacing 10 kg tadi kedalam 10 kotak yang sudah ada media masing-masing 1 kg.
jadi sebetulnya modal tak perlu banyak dulu dan tempat pun bisa sedikit. kecuali akan memulai dengan skala besar.
Diantara lebih dari 1800 jenis cacing yang dikenal oleh para ilmuwan ada dua jenis cacing yang biasa kita pakai di dalam budidaya cacing dan proses pembuatan pupuk organik, yaitu jenis Cacing Lumbricus Rubellus dan Eisenia Fetida (cacing Tiger/harimau)
Limbah kotoran sapi sangat bagus untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakan cacing lumbricus Rubellus. Apa bila kita masukan 1 kg cacing lumbricus Rubellus pada satu kotak yang berisi media campuran 1 kg serbuk gergaji yang telah kita rendam dalam air dengan tujuan untuk menghilangkan getah dan bau, dengan 3 kg kotoran sapi yang sudah lama atau sudah menghitam. Lalu kita berikan pakan dari ampas tahu atau ampas aren, maka dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur
Setelah terlihat telurnya matang atau terlihat kekuningan, kita pisahkan antara cacing induk dengan telornya, induknya kita simpan kemedia yang baru dan telor yang berada dimedia tadi kita biarkan selama kurang lebih dua minggu, maka telor tersebut akan menetas setelah menetas baru kita kasih pakan secara rutin, dalam waktu satu bulan kemudian atau paling lambat 6 minggu cacing tersebut telah jadi dewasa dan siap bertelur seperti induknya.
Sementara itu, Induknya yang sudah bertelur, setelah dua minggu kemudian dia akan bertelur lagi. Terus begitu, bila pakannya bagus induk cacing tersebut setiap dua atau tiga minggu sekali ia akan bertelur. Dalam dua bulan dia akan menghasilkan empat keturunan, bila kita punya induk sebanyak 100kg dalam dua bulan kita akan punya 800kg calon anak cacing, bahkan bisa saja lebih karena setiap satu butir telur cacing lumbricus rubellus berisi 4 ekor anak cacing.
Agar cacing tidak pada naik ..atau keluar media, langkah pertama
adalah ganti media yang sekarang dengan media yang baru. karena penyebab
cacing pada naik itu , dia ga betah di media tersebut, karena media nya
mungkin tidak pernah diganti, media terlalu kering, media terlalu
basah.
Cacing bisa hilang atau berkurang jika makanannya tidak di
perhatikan. juga kelembaban medianya. tidak ada predator cacing yang
langsung pada media selain gangguan dari luar seperti ayam itik dan yang
lainnya
Seharusnya jika ternak cacing sudah 6 bulan sudah bisa menghasilkan lebih dari 4 kali lipat dari jumlah cacing yang pertama di ternakan, kemungkinan ada beberapa permasalahan yang belum terperhatikan seperti:
1. kelembaban media ternak cacing lumbricus rubellus nya. kalau bisa media ternak cacing itu di jaga agar selalu lembab, artinya tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. jika terlalu kering, maka cacing tidak akan bisa berkembang biak normal, begitu juga jika terlalu basah.
2. pemberian pakan. sebaiknya pemberian pakan dilakukan pada sore hari, dengan cara pakan tersebut harus dijadikan seperti bubur, karena cacing lumbricus rubellus akan lebih menyukai pakan yang sudah hancur, dan pemberian paka selanjutnya tergantung habisnya pakan tersebut. jangan lupa pakan yang sudah berbentuk bubur tersebut di taro di atas media cacing dengan merata.
3. Lakukan pembalikan media 1 minggu sekali. agar menghindari kepadatan media
Lahan
Cacing tanah
Sebarkan cacing tanah yang dapat anda beli diatas permukaan tanah .. 2 atau 3 cacing tanah per m2
Media
Sebarkan daun kering setinggi 1 inci diatasnya agar tanah dingin dan …makanan pada cacing tanah.
Secara berkala tambahkan organic matter (daun), dan jangan lupa menambahkan lapisan tanah yang tipis diatasnya … karena cacing tanah memerlukan tanah untuk pencernaan
Dengan penambahan lapisan tanah tersebut maka akan menarik perhatian cacing tanah untuk datang dan mencernakan media yang dapat digunakan untuk pupuk
Perhatian
Untuk anda yang ingin berternak cacing tanah
Mengenai modal yang diperlukan untuk permulaan ternak cacing ini tergantung berapa modal yang hendak di gunakan, karena dengan modal yang sedikit pun sudah bisa
Contoh : jumlah cacing sebanyak 10 kg, yang pertama harus dilakukan adalah :
Setelah media semua terisi baru masukan benih cacing 10 kg tadi kedalam 10 kotak yang sudah ada media masing-masing 1 kg.
jadi sebetulnya modal tak perlu banyak dulu dan tempat pun bisa sedikit. kecuali akan memulai dengan skala besar.
Diantara lebih dari 1800 jenis cacing yang dikenal oleh para ilmuwan ada dua jenis cacing yang biasa kita pakai di dalam budidaya cacing dan proses pembuatan pupuk organik, yaitu jenis Cacing Lumbricus Rubellus dan Eisenia Fetida (cacing Tiger/harimau)
Limbah kotoran sapi sangat bagus untuk pertumbuhan berat badan dan perkembangbiakan cacing lumbricus Rubellus. Apa bila kita masukan 1 kg cacing lumbricus Rubellus pada satu kotak yang berisi media campuran 1 kg serbuk gergaji yang telah kita rendam dalam air dengan tujuan untuk menghilangkan getah dan bau, dengan 3 kg kotoran sapi yang sudah lama atau sudah menghitam. Lalu kita berikan pakan dari ampas tahu atau ampas aren, maka dalam jangka waktu dua minggu cacing tersebut akan bertelur
Setelah terlihat telurnya matang atau terlihat kekuningan, kita pisahkan antara cacing induk dengan telornya, induknya kita simpan kemedia yang baru dan telor yang berada dimedia tadi kita biarkan selama kurang lebih dua minggu, maka telor tersebut akan menetas setelah menetas baru kita kasih pakan secara rutin, dalam waktu satu bulan kemudian atau paling lambat 6 minggu cacing tersebut telah jadi dewasa dan siap bertelur seperti induknya.
Sementara itu, Induknya yang sudah bertelur, setelah dua minggu kemudian dia akan bertelur lagi. Terus begitu, bila pakannya bagus induk cacing tersebut setiap dua atau tiga minggu sekali ia akan bertelur. Dalam dua bulan dia akan menghasilkan empat keturunan, bila kita punya induk sebanyak 100kg dalam dua bulan kita akan punya 800kg calon anak cacing, bahkan bisa saja lebih karena setiap satu butir telur cacing lumbricus rubellus berisi 4 ekor anak cacing.
Seharusnya jika ternak cacing sudah 6 bulan sudah bisa menghasilkan lebih dari 4 kali lipat dari jumlah cacing yang pertama di ternakan, kemungkinan ada beberapa permasalahan yang belum terperhatikan seperti:
1. kelembaban media ternak cacing lumbricus rubellus nya. kalau bisa media ternak cacing itu di jaga agar selalu lembab, artinya tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. jika terlalu kering, maka cacing tidak akan bisa berkembang biak normal, begitu juga jika terlalu basah.
2. pemberian pakan. sebaiknya pemberian pakan dilakukan pada sore hari, dengan cara pakan tersebut harus dijadikan seperti bubur, karena cacing lumbricus rubellus akan lebih menyukai pakan yang sudah hancur, dan pemberian paka selanjutnya tergantung habisnya pakan tersebut. jangan lupa pakan yang sudah berbentuk bubur tersebut di taro di atas media cacing dengan merata.
3. Lakukan pembalikan media 1 minggu sekali. agar menghindari kepadatan media
THANKS GAN ATAS INFO NY....
ReplyDeleteIya mas sama sama,saya berterimakasih juga tas kunjungan ny...
Delete